Visi dan Misi

  1. VISI

Mewujudkan Desa Belinyuk Sibau yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera melalui Transformasi Ekonomi Kerakyatan serta Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Gotong Royong

2. MISI

Arah kebijakan pembangunan Desa Belinyuk Sibau pada Tahun Anggaran 2025 difokuskan pada penguatan kemandirian ekonomi dan kedaulatan pangan melalui strategi sebagai berikut:

  • Optimalisasi Ketahanan Pangan Desa (Alokasi Minimal 20%)

Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat daya dukung sektor pertanian dan peternakan sebagai sumber pendapatan utama masyarakat. Upaya ini mencakup pembangunan prasarana irigasi yang memadai, penyediaan sarana produksi pertanian, serta pemberian bantuan teknis guna menjamin ketersediaan pangan yang mandiri dan berkelanjutan di tingkat desa.

  • Penguatan Struktur Ekonomi melalui Pembentukan BUM Desa

Strategi ini bertujuan untuk memberikan akses kepada masyarakat terhadap sumber daya dan kesempatan ekonomi yang lebih luas. Pembentukan Badan Usaha Milik (BUM) Desa diarahkan sebagai lembaga profesional yang mengelola potensi dan aset desa, sehingga mampu menciptakan pendapatan asli desa (PADesa) yang dapat dialokasikan kembali untuk pembangunan kesejahteraan warga.

  • Pembentukan Koperasi Desa

Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan semangat gotong royong dalam pilar ekonomi kerakyatan. Koperasi Merah Putih diproyeksikan sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam penguatan modal usaha kecil, pemberdayaan UMKM, serta akses pasar kolektif yang berlandaskan pada prinsip kekeluargaan dan kejujuran.

  • Penyediaan Sarana dan Prasarana Kebutuhan Dasar

Pemerintah Desa tetap memprioritaskan pembangunan fisik yang mendukung aksesibilitas dan kualitas hidup, seperti pemeliharaan jalan desa, fasilitas kesehatan, dan sanitasi yang layak. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat menjadi katalisator bagi kelancaran operasional ekonomi, baik bagi sektor pertanian maupun usaha yang dikelola oleh BUM Desa.

  • Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan

Setiap kebijakan pembangunan dirancang dengan melibatkan peran aktif masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Partisipasi masyarakat tidak hanya meningkatkan rasa memiliki, tetapi juga menjamin bahwa program yang dijalankan, termasuk Koperasi Merah Putih dan Ketahanan Pangan, benar-benar relevan dengan kebutuhan prioritas warga.